Kantor Jasa Penilai Publik Mushofah dan Rekan

ANALISA HIGHEST AND BEST USE (HBU) SEBAGAI INSTRUMEN PEMILIHAN PROPERTI UNTUK INVESTASI

admin

admin

Pengamat Properti, Lifetime Learner

Table of Contents

Analisis Highest and Best Use (HBU) merupakan instrumen penting dalam pemilihan properti untuk investasi. Artikel ini membahas tentang konsep HBU, penerapannya dalam penilaian properti, serta manfaat dan hasilnya. Analisis HBU bertujuan untuk menentukan penggunaan lahan yang paling menguntungkan secara finansial dengan mempertimbangkan faktor fisik, hukum, dan finansial. Melalui tinjauan literatur, disajikan bahwa analisis HBU dapat meningkatkan nilai properti dengan mengembangkan properti sesuai dengan potensi tertinggi dan meminimalisir risiko investasi dengan memilih properti yang sesuai secara finansial. Selain itu, analisis HBU membantu mempermudah pengambilan keputusan investasi dengan memberikan informasi komprehensif tentang properti yang dipertimbangkan. Artikel ini juga memberikan contoh penerapan analisis HBU dalam memilih properti yang tepat berdasarkan permintaan pasar, potensi keuntungan, tujuan investasi, dan profil risiko. Kesimpulannya, analisis HBU adalah alat penting bagi investor properti untuk memilih properti dengan potensi keuntungan tinggi, meminimalisir risiko, dan meningkatkan nilai investasi mereka. Diperlukan konsultasi dengan ahli properti dan keuangan serta penelitian yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

  1. Pendahuluan

Investasi Properti: Potensi Keuntungan dan Tantangan

Investasi properti telah lama menjadi pilihan menarik bagi banyak orang karena potensi keuntungannya yang tinggi. Properti, seperti tanah dan bangunan, memiliki nilai intrinsik yang cenderung meningkat seiring waktu. Selain itu, properti dapat menghasilkan pendapatan pasif melalui sewa, yang dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi investor.

Namun, memilih properti yang tepat untuk investasi bukanlah hal yang mudah. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti lokasi, kondisi properti, nilai pasar, dan potensi keuntungan. Salah satu alat yang dapat membantu investor dalam proses pemilihan properti adalah analisis Highest and Best Use (HBU).

  1. Pembahasan
  2. Pengertian HBU

HBU adalah analisis tentang penggunaan lahan tertinggi dan terbaik dari suatu lahan kosong ataupun lahan yang sudah terpakai namun tidak digunakan secara optimal. Analisis ini bertujuan untuk menentukan penggunaan lahan yang paling menguntungkan secara finansial. Analisis HBU adalah sebuah metode yang digunakan untuk menentukan penggunaan terbaik dan tertinggi suatu properti. Analisis ini mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:

  • Apakah penggunaan yang direncanakan sesuai dengan peraturan dan zonasi yang berlaku?
  • Apakah ada permintaan yang cukup untuk penggunaan yang direncanakan?
  • Apakah kondisi fisik properti sesuai dengan penggunaan yang direncanakan?
  • Apakah penggunaan yang direncanakan layak secara finansial?

Dengan melakukan analisis HBU, investor dapat memilih properti dengan potensi keuntungan yang tinggi karena dengan mengetahui HBU suatu properti, investor dapat memilih properti yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Kemudian dapat meminimalisir risiko investasi karena dengan menganalisis HBU dapat membantu investor menghindari investasi pada properti yang memiliki risiko tinggi. Serta meningkatkan nilai investasi dengan cara mengembangkan properti sesuai dengan HBU, investor dapat meningkatkan nilai investasinya.

  • Highest and Best Use (HBU) menurut KEPI dan SPI 2018

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU) merupakan konsep fundamental dalam penilaian aset. HBU didefinisikan sebagai penggunaan yang paling optimal dari suatu aset, mempertimbangkan faktor fisik, hukum, finansial, dan nilai tertinggi yang dihasilkan. Penggunaan yang tidak diijinkan secara hukum atau fisik tidak dapat dianggap sebagai HBU. Penerapan definisi HBU memungkinkan Penilai untuk memperkirakan dampak kerusakan, kelayakan rehabilitasi, serta berbagai situasi penilaian lainnya. HBU juga berlaku untuk aset takberwujud dan tidak berlaku untuk aset keuangan. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, HBU mungkin ditunda untuk penggunaan di masa depan. Studi HBU yang mendalam memerlukan analisis menyeluruh mengenai penggunaan yang memungkinkan dan pengujian kelayakan finansial untuk menentukan HBU yang sesuai.

Premis Nilai yang berkaitan dengan Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU) menggarisbawahi pentingnya mengidentifikasi penggunaan yang akan menghasilkan nilai tertinggi dari suatu aset. Meskipun HBU biasanya terkait dengan aset non-keuangan, ada situasi di mana HBU dari aset keuangan perlu dipertimbangkan. HBU harus memenuhi beberapa kriteria, termasuk dimungkinkannya secara fisik dan hukum, serta layak secara finansial, dengan memperhitungkan biaya konversi. Penggunaan yang dianggap HBU dapat berbeda dari penggunaan saat ini atau bahkan mengarah pada likuidasi aset. Selain itu, HBU dari aset yang dinilai secara mandiri mungkin berbeda ketika aset tersebut menjadi bagian dari sekelompok aset. Penentuan HBU melibatkan pertimbangan terhadap aspek fisik, hukum, dan finansial, termasuk pandangan pasar, restriksi hukum, dan potensi pengembalian investasi.

Analisis Nilai Pasar yang menjadi dasar dalam penilaian properti sangat bergantung pada konsep Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU). Pemahaman mengenai perilaku pasar real estate menjadi kunci untuk menentukan HBU properti. Karena kekuatan pasar mempengaruhi nilai pasar, interaksi antara kekuatan pasar dan HBU sangat penting. HBU mengidentifikasi penggunaan yang paling menguntungkan bagi properti, yang dipengaruhi oleh pasar. Terdapat perbedaan antara HBU tanah kosong dan HBU tanah setelah dikembangkan. Dalam beberapa kasus, pembongkaran bangunan mungkin tidak dibenarkan meskipun penggunaan alternatif lebih menguntungkan. Penilai perlu menganalisis dengan cermat dan membedakan dasar HBU yang digunakan, serta memberikan pertimbangan dalam pemilihan HBU. Estimasi penilaian tanah sering didasarkan pada HBU tanah dalam keadaan kosong, yang memberikan dasar ekonomis untuk menilai produktivitas pengembangan yang ada. Namun, dalam situasi di mana informasi pasar tentang penjualan tanah kosong sangat terbatas, nilai tanah mungkin sulit untuk diestimasi, dan restriksi yang ada harus dipahami dengan jelas dan diungkapkan dalam laporan penilaian.

Dalam penilaian properti, tiga pendekatan utama diterapkan: Pendekatan Pasar, Pendekatan Pendapatan, dan Pendekatan Biaya. Pendekatan Pasar memanfaatkan data langsung atau tidak langsung dari transaksi sejenis untuk menyesuaikan karakteristik aset yang dinilai. Penilai harus memperhatikan konsep HBU, terutama dalam penilaian tanah atau tanah dengan bangunan. Hal ini penting karena HBU tanah dapat berbeda dengan penggunaan eksisting, mempengaruhi nilai properti secara keseluruhan. Pendekatan Pendapatan digunakan untuk properti yang menghasilkan pendapatan atau memiliki potensi pendapatan, seperti tanah kosong. Penilai membuat proyeksi pendapatan dengan menggunakan data pasar yang dapat diobservasi, menghitung nilai kini dari arus kas yang diproyeksikan dengan metode kapitalisasi langsung atau arus kas terdiskonto. Perlu juga memperhatikan apakah properti memenuhi HBU-nya untuk menentukan apakah renovasi atau perbaikan diperlukan. Pendekatan Biaya digunakan untuk semua objek penilaian kecuali tanah kosong. Penilai menghitung Biaya Pengganti dari aset modern dikurangi dengan depresiasi fisik dan fungsional. Dalam konteks Nilai Wajar, pertimbangan HBU sangat penting, terutama dalam menentukan apakah aset tergolong sebagai tanah kosong atau telah dikembangkan. Dalam penilaian aset sektor publik, Penilai menyesuaikan nilai aset dengan asumsi khusus terkait dengan penggunaan dan lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah.

  1. Contoh Pendekatan Pasar:

Misalkan kita memiliki sebuah tanah yang saat ini memiliki sebuah gudang. Namun, tanah tersebut berlokasi di area yang telah dikembangkan menjadi zona komersial. Dalam hal ini, nilai properti harus dinilai dengan mempertimbangkan penggunaan komersial, sehingga nilai gudang mungkin tidak signifikan atau hanya dihitung sebagai Nilai Sisa-nya.

  1. Contoh Pendekatan Pendapatan:

Anggaplah kita memiliki sebuah gedung kantor yang terletak di area komersial. Namun, karena pasar memiliki suplai yang berlebih, nilai gedung kantor tersebut menurun. Penilai harus mempertimbangkan apakah gedung kantor tersebut dapat dikonversi menjadi properti lain yang memenuhi HBU-nya, misalnya menjadi hotel. Dalam hal ini, nilai properti akan dihitung berdasarkan nilai hotel setelah dikurangi biaya konversi dari gedung kantor, serta memperhitungkan keuntungan pengembang sebagai faktor risiko.

  • Aspek-Aspek dalam Analisis HBU

Definisi HBU, menurut standar KPUP (MAPPI, 2018), merujuk pada penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu properti, yang harus memenuhi kriteria fisik, hukum, keuangan, dan menghasilkan nilai tertinggi. Pedoman Penilaian menetapkan bahwa jika nilai properti yang telah dikembangkan melebihi nilai tanah kosong, maka penggunaan saat ini dianggap sebagai HBU. Namun, jika penggunaan saat ini hanya sementara, penilaian dapat didasarkan pada potensi HBU baru dengan mempertimbangkan biaya pembongkaran dan nilai pengembangan di atasnya.

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use) (SPI Edisi VII–2018 PPI 10-KPUP)(MAPPI, 2018) didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah dipertimbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi dari aset tersebut. Analisa umum penggunaan tertinggi dan terbaik :

  1. Analisa singkat secara fisik memungkinkan dapat dilihat dari kesesuaian fisik dilapangan meliputi aspek lokasi, karakteristik tapak, infrastruktur & utilitas, akses & transportasinya, peruntukannya dengan sekitarnya serta aspek lingkungannya maka dapat di katakan bahwa secara fisik memungkinkan.
  2. Analisa singkat secara legal diizinkan dengan melihat dari peruntukan yang ada sekarang, koefesien dan garis sempadan pada umumnya, serta legalitas kepemilikan dan penguasaan tanah yang jelas maka dapat dikatakan bahwa secara legal diizinkan.

Dalam analisis Highest and Best Use (HBU), terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memahami potensi suatu properti secara komprehensif. Penerapan pendekatan penilaian dalam konteks Nilai Pasar sangat terkait dengan pertimbangan Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU) karena HBU memberikan landasan untuk menentukan nilai yang tepat dari sebuah properti. Pertimbangan HBU ini melibatkan dua kondisi utama, yaitu kondisi tanah dalam keadaan kosong (as vacant) atau kondisi tanah yang telah dikembangkan (as improved). Uji HBU kemudian dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan yang dipilih memenuhi kriteria tertentu, termasuk izin hukum, kemungkinan fisik, kelayakan finansial, dan produktivitas maksimum.

  1. Secara Hukum Diizinkan

Pertama-tama, penilai harus memastikan bahwa penggunaan tertentu dari properti tersebut diizinkan secara hukum. Hal ini berkaitan dengan peraturan tata kota, peruntukkan lahan, dan peraturan zonasi yang berlaku di wilayah tersebut. Misalnya, apakah tanah tersebut memiliki izin untuk dikembangkan sebagai zona komersial atau rezidensial sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku.

  • Secara Fisik Dimungkinkan

Selanjutnya, penilai harus mempertimbangkan apakah penggunaan tertinggi dan terbaik dari properti tersebut memungkinkan secara fisik. Hal ini melibatkan evaluasi terhadap topografi, kondisi tanah, aksesibilitas, dan kemungkinan pembangunan di lokasi tersebut. Misalnya, apakah tanah tersebut memiliki kondisi yang memungkinkan untuk pembangunan bangunan tinggi atau memiliki batasan fisik tertentu yang membatasi penggunaan properti.

  • Secara Finansial Menguntungkan

Penilai juga harus mempertimbangkan apakah penggunaan tertinggi dan terbaik dari properti tersebut akan menghasilkan keuntungan finansial yang memadai. Ini melibatkan analisis terhadap biaya pengembangan, biaya operasional, dan potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari properti tersebut. Pertimbangan ini penting untuk menentukan apakah investasi dalam properti tersebut akan menguntungkan dalam jangka panjang.

  • Menghasilkan Nilai Tertinggi (Produktivitas Maksimum) dari Properti

Terakhir, penilai harus memastikan bahwa penggunaan tertinggi dan terbaik dari properti tersebut akan menghasilkan nilai tertinggi atau produktivitas maksimum dari properti tersebut. Ini berkaitan dengan memaksimalkan potensi properti sesuai dengan karakteristiknya dan menghasilkan nilai yang optimal dari properti tersebut.

Selain itu, Penilai juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti kegunaan, keinginan, kelangkaan, dan daya beli efektif dalam menentukan penggunaan yang dapat memaksimalkan nilai properti atau HBU-nya. Dengan demikian, HBU memberikan landasan bagi Penilai untuk memilih properti pembanding, baik untuk tanah maupun properti yang telah dikembangkan. Proses analisis Highest and Best Use (HBU) melibatkan penelitian yang cermat terhadap data properti untuk menarik kesimpulan tentang penggunaan yang paling optimal dan menguntungkan. Ini melibatkan pertimbangan terhadap berbagai alternatif pengembangan yang mungkin. Selain itu, penilai juga harus mempertimbangkan empat faktor utama yang dapat mempengaruhi nilai properti secara optimal.

  1. Faktor kegunaan (Utility) melibatkan penentuan bagian dari pasar properti yang akan terpenuhi oleh properti yang dinilai. Ini mencakup identifikasi segmen pasar yang mungkin tertarik pada properti tersebut dan seberapa besar penggunaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar.
  2. Faktor keinginan (Desire) mengacu pada permintaan yang ada terhadap properti tersebut. Penilai harus mempertimbangkan apakah ada permintaan yang signifikan untuk properti tersebut, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjualnya, dan seberapa besar permintaan tersebut dalam pasar.
  3. Faktor kelangkaan (Scarcity) memerlukan penelitian tentang tingkat kompetisi di pasar properti. Ini melibatkan analisis berapa banyak properti sejenis yang ditawarkan di pasar, interaksi antara permintaan dan penawaran, serta seberapa langka properti tersebut dalam konteks pasar yang lebih luas.
  4. Faktor daya beli efektif (Effective Purchasing Power) melibatkan penilaian tentang kemampuan pasar untuk membeli properti tersebut. Ini mencakup memahami tingkat pendapatan, tingkat pengangguran, dan tingkat bunga pinjaman KPR yang dapat memengaruhi keputusan pembelian properti.

Keempat faktor ini, ketika dipertimbangkan secara menyeluruh, membantu penilai dalam menentukan penggunaan yang dapat memberikan nilai tertinggi atau memaksimalkan nilai dari properti atau HBU-nya. Dengan memperhitungkan semua faktor ini, penilai dapat membuat keputusan yang informasional dan tepat tentang properti yang dinilai.

  • Manfaat Analisis HBU dari Tinjauan Literatur
  • Meningkatkan Nilai Properti

Dilansir dari website Investa Advisor, analisis HBU dapat membantu investor meningkatkan nilai properti mereka dengan cara mengembangkan properti sesuai dengan HBU dapat dilakukan dengan membangun atau merenovasi properti untuk memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan: Dengan menggunakan lahan secara optimal, investor dapat meningkatkan nilai properti mereka.

  • Meminimalisir Risiko Investasi

Menurut (A.Wahyuni, 2022) menyatakan bahwa analisis HBU dapat membantu investor meminimalisir risiko investasi dengan cara Memilih properti dengan potensi keuntungan yang tinggi dengan mengetahui HBU suatu properti, investor dapat memilih properti yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi dan risiko yang rendah; dan melakukan analisis kelayakan finansial karena dengan menganalisis HBU dapat membantu investor menentukan apakah suatu properti layak secara finansial untuk diinvestasikan.

  • Mempermudah Pengambilan Keputusan

Menurut DJKN (Kemenkeu), menjelaskan bahwa analisis HBU dapat membantu investor mempermudah pengambilan keputusan dengan cara memberikan informasi yang komprehensif tentang properti terkait berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih properti, seperti peraturan dan zonasi, permintaan pasar, kondisi fisik properti, dan kelayakan finansial serta; membantu investor memilih alternatif terbaik karena dengan informasi yang komprehensif, investor dapat memilih alternatif terbaik untuk penggunaan properti mereka.

  1. Hasil dan Penerapan Analisis HBU

Sebagai contoh untuk penerapan analisis HBU tersebut, menunjukkan bagaimana seorang investor dapat menggunakan analisis HBU untuk memilih properti yang tepat untuk investasi. Investor dapat menganalisis berbagai alternatif penggunaan lahan dan memilih yang paling menguntungkan berdasarkan:

  • Permintaan Pasar: Analisis menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki permintaan tinggi untuk tempat usaha, hunian vertikal, dan hotel.
  • Potensi Keuntungan: Ketiga alternatif penggunaan lahan memiliki potensi keuntungan yang tinggi, namun tingkat keuntungannya dapat bervariasi.
  • Tujuan Investasi: Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasinya, apakah ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek atau jangka panjang.
  • Profil Risiko: Investor perlu mempertimbangkan profil risikonya, apakah ingin mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan tinggi atau ingin bermain aman dengan risiko yang lebih rendah.

Misalkan seorang investor memiliki profil risiko moderat dan ingin mendapatkan keuntungan jangka panjang. Investor dapat memilih untuk membangun apartemen karena Permintaan apartemen di kawasan tersebut tinggi dan apartemen menawarkan potensi keuntungan jangka panjang yang stabil. Selain itu, risiko pembangunan apartemen relatif lebih rendah dibandingkan dengan ruko dan hotel.

  1. Kesimpulan dan Saran

Analisis HBU adalah alat yang penting bagi investor properti untuk memilih properti yang tepat dan memaksimalkan keuntungan investasinya. Analisis HBU yang komprehensif akan membantu investor dalam memilih properti dengan potensi keuntungan tinggi, meminimalisir risiko investasi, meningkatkan nilai investasi dan mengembangkan properti yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam melakukan analisis HBU, harus dengan cermat dan teliti. Selain itu diperlukan pertimbangkan faktor-faktor lain seperti tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi ekonomi makro dan akukan riset yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Alangkah baiknya melakuka konsultasi dengan ahli properti dan keuangan untuk mendapatkan analisis yang lebih akurat.

Bagikan artikel ini: